Sholat Istisqa Kembali Digelar, Mohon Hujan di Tengah Ancaman Karhutla

  • Whatsapp

Polres Berau – Di tengah kondisi cuaca panas dan minimnya curah hujan yang berdampak pada kekeringan serta meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menggelar Sholat Istisqa bersama instansi dan masyarakat di Masjid Agung Baitul Hikmah, Kecamatan Tanjung Redeb.

Sholat Istisqa tersebut dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan di wilayah Kabupaten Berau, sekaligus memohon ampunan atas segala dosa dan kekhilafan.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Berau Gamalis, Sekda Berau Muhammad Said, jajaran Pemerintah Kabupaten Berau, PJU dan personel Polres Berau, anggota Kodim 0902/Bru, PGRI, tokoh agama, tokoh masyarakat serta masyarakat Kabupaten Berau.

Dalam pelaksanaannya, Prof. H. Yahya Zainul Ma’arif, Lc., M.Ag atau yang dikenal sebagai Buya Yahya bertindak sebagai khatib. Sementara Imam Sholat Istisqa adalah Ustaz Muhammad Topik Rezab, Lc., M.Pd.

Wakapolres Berau Kompol Noor Dhianto mengatakan, pelaksanaan Sholat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar bersama dalam menghadapi kondisi kekeringan yang terjadi di wilayah Berau.

“Sholat Istisqa ini menjadi momentum bagi kita untuk bersama-sama bermunajat kepada Allah SWT, memohon ampunan sekaligus memohon agar diberikan hujan yang membawa keberkahan dan keselamatan bagi masyarakat Kabupaten Berau,” ujar Noor Dhianto.

Menurutnya, kondisi minimnya hujan tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air, tetapi juga meningkatkan potensi terjadinya Karhutla. Karena itu, selain melakukan upaya pencegahan di lapangan, diperlukan pula kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan.

“Di tengah kondisi seperti ini, kita harus memperkuat ikhtiar, baik melalui doa maupun tindakan nyata. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan karena dampaknya dapat semakin memperburuk kondisi lingkungan dan membahayakan masyarakat,” tegasnya.

Dalam rangkaian kegiatan, jamaah terlebih dahulu mendapatkan penjelasan mengenai tata cara pelaksanaan Sholat Istisqa. Dalam tausiyahnya, disampaikan bahwa Istisqa bukan hanya tentang memohon turunnya hujan, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan introspeksi, memperbanyak istighfar, memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Jamaah kemudian melaksanakan Sholat Istisqa yang dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama.

Pelaksanaan Sholat Istisqa di Kabupaten Berau ini telah dilakukan sebanyak tiga kali sebagai bentuk ikhtiar bersama memohon pertolongan dan ampunan kepada Allah SWT atas berbagai kekhilafan serta kondisi Karhutla yang terjadi di wilayah Berau.

Kegiatan berlangsung dengan aman, lancar dan kondusif. Seluruh peserta berharap hujan segera turun sehingga dapat membantu mengatasi kekeringan, mengurangi potensi Karhutla serta membawa keberkahan dan kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Berau.

Humas Polres Berau

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *