Polres Berau — Hujan dan angin kencang yang disertai tumbangnya sebuah pohon berukuran besar di area bekas kebakaran lahan KM 39 Jalan Poros Samarinda, Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan, menyebabkan gangguan pasokan listrik skala besar sejak beberapa hari terakhir. Pohon yang menimpa jaringan kabel udara tersebut menarik dua tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) milik PLN hingga roboh dan patah.
Peristiwa ini berdampak langsung pada pasokan energi listrik yang menyebabkan pemadaman bergilir di wilayah Kabupaten Berau hingga ke sebagian wilayah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Guna memantau langsung serta merespons cepat penanganan di lapangan, jajaran Polsek Talisayan bersama pihak PLN dan Kejaksaan Negeri Berau menggelar pengecekan langsung di lokasi kejadian pada Selasa (27/10/2026) siang, pukul 13.00 hingga 14.30 WITA.
Hadir dalam peninjauan tersebut antara lain KA SPKT Polsek Talisayan Aiptu Suseno, Ps. Kanit Intelkam Polsek Talisayan Aiptu Yuda Satria, S.H., Manager Estate II PLN Junaidi beserta jajaran, serta Kasi Datun Kejaksaan Negeri Berau Jakaria, S.H.
Kasi Humas Polres Berau, AKP Suradi, menjelaskan bahwa kepolisian bersama instansi terkait bergerak cepat untuk memastikan keamanan, kelancaran lalu lintas material, serta pengawalan proses pemulihan infrastruktur di lokasi yang berjarak sekitar 80 kilometer dari Polsek Talisayan tersebut.
“Personel Polsek Talisayan disiagakan di lokasi untuk memberikan pengamanan penuh serta membantu kelancaran akses transportasi bagi pengangkutan material PLN. Langkah ini kami ambil agar seluruh proses perbaikan berjalan aman, tertib, dan tidak mengalami hambatan di perjalanan,” ujar Kasi Humas Polres Berau, AKP Suradi.
Lebih lanjut, AKP Suradi menyampaikan bahwa PLN saat ini telah menyiagakan sekitar 100 orang tenaga teknisi untuk mempercepat proses pembongkaran tower lama yang rusak dan menggantinya dengan struktur tower yang baru. Tahap awal yang dilakukan saat ini fokus pada pembersihan sisa-sisa pohon serta penyiapan lahan di sekitar area tower.
“Estimasi waktu perbaikan diperkirakan memakan waktu kurang lebih satu minggu. Kami menyadari kondisi medan di lapangan memiliki tantangan tersendiri, namun seluruh tim teknis PLN bersiap siaga di lokasi dan bekerja maksimal agar proses perbaikan dapat selesai secepat mungkin,” tambahnya.
Selama proses pemulihan jaringan SUTT berlangsung, PLN memaksimalkan penggunaan daya dari pembangkit listrik cadangan di masing-masing wilayah untuk menyalurkan energi secara bergiliran kepada masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan bersabar serta mengikuti perkembangan informasi resmi terkait pemulihan jaringan listrik ini. Kepolisian bersama PLN berkomitmen untuk terus berkoordinasi dan mengawal proses pemulihan hingga sistem kelistrikan di Kabupaten Berau dan sekitarnya kembali normal.
Humas Polres Berau






