Perkuat Swasembada Pangan, Polres Berau Kawal Pelaksanaan Rembuk Tani 2026 di Labanan Jaya

  • Whatsapp

Polres Berau – Guna memantapkan ketahanan dan swasembada pangan di wilayah Kabupaten Berau, agenda Rembuk Tani Tahun 2026 sukses digelar di Balai Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, Kamis (8/10/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam menyerap aspirasi petani sekaligus menyusun arah kebijakan pertanian berkelanjutan di tingkat lokal.

Rapat yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut dihadiri sekitar 80 peserta yang terdiri dari aparatur kampung, unsur jajaran Kecamatan Teluk Bayur, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau, gabungan kelompok tani (gapoktan), serta tokoh masyarakat setempat. Turut hadir Kepala DTPHP Berau Ir. Lita Handini, Kepala Kampung Labanan Jaya Rohmat Kholis, Babinsa Serma Saleh, dan Bhabinkamtibmas Briptu Erlangga.

Kasihumas Polres Berau AKP Suradi menyampaikan bahwa kehadiran personel kepolisian dalam forum ini bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat, khususnya program strategis pendukung ketahanan pangan nasional, berjalan aman, tertib, dan lancar.

“Melalui Rembuk Tani ini, para pemangku kepentingan bersama kelompok tani membahas langkah nyata untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan para petani. Kepolisian hadir untuk mendampingi dan memastikan sinergi ini berjalan kondusif,” ujar Kasihumas Polres Berau AKP Suradi.

Sejumlah poin penting menjadi bahasan utama dalam forum tersebut, di antaranya penguatan kapasitas kelembagaan tani, evaluasi dan peningkatan infrastruktur seperti sistem irigasi, serta penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) Tahun 2027.

Dalam sesi diskusi teknis, disepakati pula jadwal Perencanaan Tanam Serentak Rendengan 2026/2027. Penyemaian benih dijadwalkan pada minggu kedua hingga keempat Oktober 2026, diikuti penanaman pada awal hingga minggu kedua November 2026, dengan proyeksi panen pada Februari 2027. Terkait kendala di lapangan, seperti penyaluran bantuan bibit yang kurang berkualitas, pihak dinas terkait telah menarik kembali bantuan tersebut dan berkomitmen mengajukan penggantian bibit terbaik. Masalah pengelolaan air pada lahan kelompok tani serta alokasi dosis pupuk bersubsidi untuk komoditas padi, jagung, dan ubi kayu juga turut dirumuskan solusinya.

Dengan dibukanya ruang dialog ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan para petani dapat mewujudkan sektor pertanian Kampung Labanan Jaya yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

Humas Polres Berau

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *