Polres Berau – Tim gabungan kembali melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kampung Labanan Makmur, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau. Kebakaran terjadi di lahan perkebunan Jalan Ahmad Yani KM 11, tidak jauh dari kandang ayam milik warga.
Kapolsek Teluk Bayur AKP Budi Witikno, S.H., memimpin langsung proses penanganan bersama personel Polsek Teluk Bayur, BKO Sat Samapta Polres Berau, TNI, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat), Hutan Sanggam Berau (HSB), MPA KPHP, serta warga sekitar.
Lahan yang terbakar diperkirakan seluas 1 hektare. Lokasi dapat ditempuh sekitar 15 menit dari Pospol Labanan menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua.
“Personel gabungan langsung bergerak melakukan pemadaman setelah titik api ditemukan. Penanganan dilakukan bersama-sama agar api tidak meluas ke area lainnya,” ujar AKP Budi Witikno.
Sebanyak 31 personel terlibat dalam penanganan tersebut, terdiri dari delapan personel Polsek Teluk Bayur, lima personel BKO Sat Samapta Polres Berau, dua personel TNI, lima personel Disdamkarmat, satu personel Radcar, tiga personel HSB, satu personel MPA KPHP, serta enam warga.
Pemadaman didukung satu unit kendaraan patroli Turjawali Sat Samapta Polres Berau, satu unit kendaraan Disdamkarmat Labanan dan satu unit truk UPTD KPHP Berau Barat.
Hasil penanganan, titik api berhasil ditemukan dan dilakukan pemadaman. Petugas kemudian melakukan pemantauan serta memastikan lokasi tetap aman dengan melibatkan masyarakat sekitar.
Kapolsek mengimbau masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Kondisi cuaca panas dan kering membuat api berpotensi cepat menyebar dan sulit dikendalikan.
“Kami meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. Jangan melakukan pembakaran lahan karena dapat membahayakan lingkungan dan menimbulkan dampak kesehatan akibat asap,” tegasnya.
Belum adanya hujan di wilayah Kecamatan Teluk Bayur menyebabkan daun dan ranting mengering sehingga mudah terbakar. Sementara terkait sumber api, masih diperlukan penelusuran lebih lanjut, termasuk kemungkinan berasal dari aktivitas masyarakat maupun unsur kesengajaan.
Polres Berau bersama unsur terkait akan terus memperkuat pemantauan dan kesiapsiagaan untuk mencegah karhutla meluas di wilayah Kabupaten Berau.
Humas Polres Berau






