Polres Berau – Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi kering dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Segah, Kabupaten Berau, terus dilakukan melalui koordinasi lintas sektor.
Rapat koordinasi kesiapsiagaan potensi bencana hidrometeorologi kering dan karhutla tersebut dihadiri Camat Segah Thoris, S.H., Danramil Segah Kapten Sarmidi, Kapolsek Segah IPTU Thamrin Harahap, S.H., perwakilan BPBD Kabupaten Berau, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Berau Hery Irawan, para kepala kampung se-Kecamatan Segah, serta perwakilan perusahaan.
Dalam rapat tersebut, seluruh unsur membahas langkah antisipasi, pemantauan, hingga penanganan apabila ditemukan titik api di wilayah Kecamatan Segah.
Kapolsek Segah IPTU Thamrin Harahap, S.H. menegaskan bahwa penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur.
“Karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama. Yang paling utama adalah pencegahan. Jangan sampai api sudah meluas baru kita bergerak. Setiap informasi mengenai titik api harus segera disampaikan sehingga dapat ditindaklanjuti secepat mungkin,” tegasnya.
Kapolsek juga mengajak pemerintah kampung dan masyarakat untuk meningkatkan pemantauan di wilayah masing-masing serta memperkuat komunikasi apabila menemukan adanya titik api.
Sementara itu, Danramil Segah Kapten Sarmidi menyampaikan bahwa Kecamatan Segah merupakan salah satu wilayah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla cukup tinggi. Menurutnya, kondisi musim kemarau harus menjadi perhatian bersama dengan meningkatkan langkah antisipasi sejak dini.
Ia juga mendorong pengaktifan posko pemantauan karhutla serta mengoptimalkan kembali peran Masyarakat Peduli Api (MPA) di setiap kampung untuk membantu melakukan pemantauan terhadap potensi maupun titik api.
Perwakilan BPBD Kabupaten Berau turut menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, BPBD, Damkar, pemerintah kampung, MPA, perusahaan, dan masyarakat. Pemantauan titik api serta penyampaian informasi secara cepat dinilai menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran berkembang lebih luas.
Dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Berau disampaikan bahwa berdasarkan pemantauan terdapat sekitar 400 titik hotspot, sementara sekitar 107 titik kebakaran telah dilakukan pemadaman. Namun, sejumlah titik masih memerlukan pemantauan dan penanganan lebih lanjut.
Keterbatasan personel Damkar juga menjadi salah satu kendala di lapangan. Dalam satu posko, jumlah personel disebut hanya berkisar satu hingga tiga orang. Sebagai contoh, Posko Kelay hanya memiliki satu personel, sedangkan Posko Segah memiliki tiga personel.
Kondisi tersebut membuat dukungan lintas sektor menjadi semakin penting dalam menghadapi potensi karhutla. Koordinasi antara petugas, pemerintah kampung, perusahaan, MPA, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat respons ketika ditemukan titik api.
Melalui rapat koordinasi tersebut, seluruh pihak didorong untuk tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan, pemantauan, penyampaian informasi, serta kesiapsiagaan di tingkat kampung.
Dengan sinergi dan respons cepat seluruh unsur, potensi kebakaran diharapkan dapat ditangani sejak dini sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar dan berdampak terhadap lingkungan maupun masyarakat.
Humas Polres Berau






